UJIAN PUN TIBA . . .
Saat ujian pun tiba, mereka sangat serius dalam menghadapi ujian. Sejak awal memasuki kelas 3 SMA, delapan orang sahabat itu mempunyai kesepakatan. Yaitu, di kelas 3 SMA walaupun mereka KPOP Lovers, mereka yakin KPOP tidak akan mengganggu pelajaran mereka. Maka dari itu, semangat belajar mereka pun masih berkobar. Sehingga saat memasuki ujian mereka bisa mengerjakan dengan mudah tanpa beban.
“Fiuh, akhirnya selesai juga ujiannya. Semoga aja hasilnya seperti apa yang aku pikirkan. Yah, minimal nilainya memuaskanlah.” Kata Dhea sambil merentangkan tubuh di kasur dengan warna spray biru safir.
-ddok-dok-dok-
“Kakak?? Ini Laras.” Teriak Laras dari balik pintu.
“Ya? Masuk aja nggak dikunci kok.” Teriak Dhea menjawab Laras.
Laras pun membuka pintu kamar Dhea.
“Annyeong eonni.” Ucap Laras memberikan salam pada kakaknya dalam bahasa Korea sambil membungkukkan badan layak orang Korea pada umumnya.
“Annyeong.” Jawab Dhea yang langsung bangkit dari rajangnya dan membalas salam dari adiknya sambil membungkukkan badan.
“Ada apa kau memanggilku??” Tanya Dhea pada Laras.
“Mama nyuruh aku bilang kalo makan siang sebentar lagi siap. Kakak ganti baju gih. Oya kak, tadi susah nggak??” Tanya Laras yang memang peduli sama kakaknya.
“Alhamdulillah yah. Haha. Gomawo saeng. Aku tahu kau pasti mendoakanku.” Kata Dhea tersenyum pada adiknya.
“Ne, huft, akhirnya doaku terkabulkan. J” Jawab Laras.
Dhea membelai kepala Laras. Namun sedikit mengacak rambutnya. Lalu dia melangkahkan kaki membuka lemari pakaiannya utuk mengambil baju santai untuk ganti.
“Eonni??” Teriak Laras.
“Ne?”
“Apa kau tidak punya novel baru lagi yang bagus?? Tiba-tiba saja aku ingin membaca novel.” Tanya Laras.
“Novel?? Ada, cari aja di lemari tempat novel-novel disitu. Oyap, yang baru ada, judulnya –Saranghaeyo Hyong- Itu fanfiction dari seorang KPOP Lovers yang di bukukan. Ceritanya bagus.” Jelas Dhea lancar.
“Oh ini dia. Aku bawa ya kak.” Jawab Laras setelah mencari novel yang diceritakan Dhea. Lalu dia berdiri beranjak dari kamar Dhea.
Dhea memang sangat suka sekali dengan novel. Walaupun koleksi dia belum begitu banyak. Tapi dia terkadang meminjam buku novel dari temanya maupun perpustakaan.
“Eonni?” Panggil Laras lagi dan menghentikan langkahnya diantara pintu kamar Dhea.
“Ne??”
“Gomapta.” Kata Laras sambil tersenyum layak anak kecil.
“Aku tunggu dibawah ya. Annyeong!!” Kata Laras langsung menutup pintu kamar Dhea dan berlari menuju ruang makan.
Tiba saatnya pengumuman Ujian Akhir Sekolah. Semua murid di sekolah SMA Kusuma Jaya saling berebut tempat untuk melihat nilai hasil ujian. Semuanya sangat senang karna lulus. Di situ juga ada Fei dan Nia yang juga ikut senang karna lulus. Tak lama kemudian, Dhea, Ghea, Jia, Alan, Devan dan Key datang mau melihat hasil ujian mereka. Karna banyak yang melihat Devan datang, spontan saja murid yang ada disana langsung bertepuk tangan dan memberi Devan ucapan selamat. Tak heran kalau saat itu Devan menunjukkan rasa bingungnya.
“Oppa chukkae!!!. Lihat deh.” Kata Nia menunjukkan pada Devan hasil pengumuman ujian.
“Mwoya?? Jeongmalyo??” Ungkap Devan terkejut.
“Believe it or Not. Tapi itulah kenyataannya.” Kata Nia.
“Dhea-ssi!!! Lihat! Kau urutan ketiga!!” Ucap Devan terkejut lagi.
“Ho?? Jinjja??” Kata Dhea tidak percaya.
“Haah,, Daebak!!!” lanjut dhea setelah melihat pengumuman hasil ujian itu.
Sedangkan Key, Alan, Ghea, Jia, Nia dan Fei. juga mensyukuri karna mereka juga lulus. Walaupun mereka tidak mendapatkan peringkat yang baik seperti Devan dan juga Dhea.
“Huuaaahhh!!! Good Job” Kata Alan sambil memeluk Devan sambil menepuk punggungnya.
“Chukkae hyung” Kata Key pada Devan.
“Gamsahamnida. Ini semua juga karna semangat dari kalian yang mebuatku semakin termotivasi untuk belajar.” Ungkap Devan pada teman-temannya.
“wah, kita harus merayakan ini. Dan saatnya untuk mendapat traktiran dari Dhea sama Devan. Bener ga?” Kata Fei seakan-akan berharap mendapatkan traktiran.
“Haha,, Ne. Bener kata Fei. Setuju!!” Ungkap Key bersemangat.
“Huft, giliran masalah traktir-traktiran semangat pejuang ‘45” Kata Dhea.
“Eonni!! Jika kau tidak mau menraktir kita. Kita akan membenci eonni. Aisshh, lagian eonni kan selalu baik.” Kata Dhea yang awalnya mengancam.
“Aiisshh- Kalian ini. Ya udah. Ayo..” ajak Dhea.
Semua bersorak. Tak lupa Devan pun juga menraktir teman-temannya. Begitu saat mereka telah selesai makan-makan di kantin, mereka memasuki ruangan kelas masing-masing. Saat itu waktu menunjukka pukul setengah 9 pagi. Wali kelas saatnya membagikan hasil pada murid-murid SMA Kusuma Jaya.
“Assalamu’alaikum.. Ma! Pa! Kak Rangga! Laras??” Teriak Dhea saat memasuki rumahnya.
“Haduh anak mama kok dating-dateng langsung teriak-teriak?? Kamu itu cewek Dhea.” Kata Mama menasehati Dhea.
“Hehe, mianhamnida eomma. Dhea mau ngasih tau sesuatu sih. Penting banget.” Kata dhea setelah minta maaf sambil menundukkan kepala ada mamanya.
“ada apa?? Soal hasil ujian? Bagus kan hasilnya?”
“Hmm, mama liat aja sendiri.”
“Oh My God! Urutan ketiga?? Awesome!! Kamu luar biasa dhea. Mama bangga sama kamu. Asti papa juga akan kaget deh tau ini.”
Dhea tersenyum puas melihat ekspresi mamanya. Tiba-tiba pintu terbuka yang ternyata yang dating adalah Laras.
“Kenapa pada berdiri disini?? Enak duduk kan?” Tanya Laras heran.
Lalu Dhea berlari kecil menuju Laras dan memeluk erat Laras sampai Laras hampir tidak bisa bernafas. Laras hanya bingung melihat tingkah kakaknya.
“Jeongmal Gomawoyo saeng.” Kata Dhea yang masih memeluk Laras.
“Kau telah memberikan doa untukku.” Lanjut Dhea.
“Lihat ini. Hasil ujian kakakmu.” Kata mama sambil menyodorkan edaran dan juga nilai hasil ujian pada Laras.
“Hoaahh!!! Eonni!!! Ini benar-benar luar biasa!! Waaahh., chukkae eonni!”
“ne, Cheonmaneyo.”
Seiring jam berlalu, semua bagian keluarga Dhea mengetahui kalau Dhea mendapat peringkat nomor tiga di sekolahnya. Semua bangga, termasuk kakaknya Rangga yang usilpun tetap memberikan selamat pada Dhea.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar