IMPIAN
Tanpa terasa waktu begitu cepat. Saat-saat hari dimana mulai mendekati ujian sekolah akan tiba. Saat itu kebetulan hari Minggu. Kedelapan sahabat itu pergi bersama ke suatu tempat. Tempat itu bisa dibilang sejuk, nyaman, tenang, tenteram tanpa ada suara kebisingan, yang terdengar hanya gesekan antar pohon yag sangat lebat karna pengaruh tiupan angin yang kencang. Disini kedelapan sahabat itu saling share, kali ini bahasan mereka bukan hanya KPOP, melainkan juga tentang pribadi.
“Cerita kalian bener-bener menarik. Daebak!!” Kata Nia.
“Haha, aku masih kebayang sama critanya Fei tadi. Gila aja, aku ingin tahu ekspresi muka Fei waktu jatoh di atas panggung. Penasaran tingkat dewa.” Kata Jia yang tertawa setelah mendengarkan cerita dari Fei saat kecilannya dulu.
“Gila gila,, kamu yang gila!!” Jawab Fei sewot.
“Ttaarrraaaaa !!!!! Jagung bakar sudah siap. Inilah jagung bakar buatan kyeopta Key, dan juga Dhea. Pasti enak deh.” Teriak Key yang datang bersama Dhea.
Mengetahui Key dan Dhea datang, semua langsung menyerbu makanan dan jagung bakar yang dibawa Key dan Dhea. Semua selalu bersemangat jika Key memasakkan sesuatu untuk mereka. Mengetahui masakan yang dibuat Key selalu enak, maka dari itu mereka tidak segan untuk menghambiskan makanannya. Makanan yang dibuat Key sangat cocok dengan suasana yang ada di sana, dengan pemandangan laut yang sangat biru dan tak lupa terumbu karang yang sangat besar.
“Guys, aku punya ide nih.” Kata Devan secara tiba-tiba saat semuanya sedang asyik menikmati pemandangan indah dihadapan mereka.
“Ide? Ide apaan Van??” Tanya Alan.
“Bantu aku” Kata Devan sambil menarik tangan Alan yang lalu mengambil kertas dan alat tulis dan membagikan pada semua temannya.
“Ide apaan sih oppa?? Pake ginian segala.” Tanya Ghea.
“hh- .. Jadi gini, kalian tulis impian kalian di kertas ini. Impian yang aku maksud disini adalah Impian kalian bersama kita dan untuk kita, dan juga impian pribadi kalian. Arasseo??” Jelas Devan yang menghembuskan nafasnya sebelum menjelaskan tujuannya.
Semua menganggukkan kepalanya pertanda mengerti akan yang dijelaskan Devan.
“Tapi tunggu, setelah kalian menulis impian kalian, kalian langsung lipet dan tulis nama kalian. Jangan sampai yang lain tahu akan impian yang kalian tulis.” Jelas Devan lagi.
“OKEYYY!!!! U Yeah!!” Kata Jia semangat.
Setelah semua selesai meuliskan impiannya di selembar kertas, mereka langsung melipat rapat kertas tersebut dan menulis nama masing-masing di depan kertas yang telah dilipat rapat. Dan yang jelas mereka tak lupa menulis nama Korea mereka.
“Udah semua??” Tanya Devan.
“Yap” Jawab Nia, Fei, dan Key bersamaan tanpa sengaja.
“Alright. Masukin kertas kalian ke kaleng ini.” Kata Devan sambil menyodorkan kaleng pada temannya. Dan tak lama kaleng itu penuh dengan kertas.
“Hmm,, perlu kalian ketahui. Kaleng ini akan aku kubur di sini dan kita akan membukanya lagi jika kita ada waktu untuk datang kesini bersama-sama. Nggak ada yang boleh membuka kaleng ini sebelum kita semua datang lagi dengan jumlah tetap 8 orang. Oke?. Oyap, aku kasih tahu, kaleng ini sudah aku kasih judul tulisan -OUR DREAMS- Nih kalian lihat sendiri.” Ungkap Devan menjelaskan panjang lebar. Lalu beranjak dari tempatnya untuk mengubur kaleng itu di belakang semak-semak dekat villa yang saat itu mereka sewa hanya sehari.
“Kira-kira kapan kita bisa membuka kertas itu bersama??” Tanya Nia yang tiba-tiba meneteskan air mata karna mendengar penjelasan Devan tadi.
“Waktulah yang akan menentukannya.” Jawab Devan setelah menghampiri Nia dan merangkul Nia seakan Devan menginginkan Nia menghentikan air matanya yang tiba-tiba mengalir.
Jia yang merasa paling dekat dengan Nia pun juga ikut merangkul Nia dari samping. Suasana sekitar saat itu berubah menjadi sunyi. Semuanya hanya memandang tempat dimana kaleng itu dikubur. Di otak mereka hanya ada satu pertanyaan. Yaitu, kapan mereka bisa membuka kaleng yang telah dikubur itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar