2 Des 2011

OUR DREAM #Part3 of 7

KEMANA MEREKA??
            Saat pulang sekolah, J.Na couple (sebutan pasangan Jia dan Nia) sedang duduk di bawah pohon dekat pintu gerbang sekolah. Sedangkan mereka tidak jelas sedang menunggu siapa. Sedangkan saat trio A.D.K yaitu Alan, Devan dan Key melihat Jia dan Nia sedaang asyik sendiri, mereka langsung menghampiri J.Na Couple.
“Holaaa !!!! Lagi ngapain nih???”  tanya Key.
“Lagi bosen setengah mati. Mau pulang tapi ntar aja.” Jawab Jia.
“Bagaimana denganmu?”  Tanya Alan.
“Aku cuma nemenin Jia aja. Sebenarnya sih mau pulang, tapi kena tahanan.” Jawab Nia pada Alan setengah berbisik.
“Haha, seberapa lama kau kena tahan?? Dia selalu begitu.” Kata Devan sambil tertawa.
            Nia hanya mengangkat tinggi bahunya.
Trio A.D.K pun ikut duduk bersama Jia dan Nia. Lumayan lama mereka duduk disana. Tanpa melihat batang hidung G.D couple dan Fei. Mereka paham mengapa Fei tidak terlihat. Hari Rabu memang membuat Fei harus pulang lebih awal. Karna dia harus mengikuti kursus dancenya. Bukan hanya hari Rabu, melainkan juga hari Jumat dan Sabtu. Terkadang minggu pun juga hari dadakan buat Fei berlatih dance.
“Hei,, kalian lihat G.D Couple nggak sih?? Uda hampir sepi mereka nggak keliatan juga.” Tanya Nia pada teman-temannya.
“Telfon aja kenapa? Susah amat.” Jawab Devan yang sudah asyik dengan buku pelajaran yang dibacanya.
“Tumben nyambung, biasanya kalo lagi asyik nggak pernah nyambung.” Kata Nia. Sedangkan Devan tidak menghiraukan omongan Nia barusan.
            Nia langsung mencari nomor Ghea di handphonenya. Lalu memencet tombol call.
“Halo Ghea?”
ya, ada apa Ni?
“kamu dimana sih?? Kita dari tadi duduk di bawah pohon deket gerbang tapi kok nggak kelihatan batang hidungmu??”
Oh, maaf. Tapi aku udah ada di rumah tuh. Mau ngajak kemana sih??
“Ha? Uda pulang?? Sejak kapan? Kok nggak kelihatan?”
Ah masak? Fiuh, gara-gara aku kurus jadi kamu nggak kelihatan aku lewat ya? Haha.
“iya kali. Salah sapa juga punya badan kurus. Trus si Dhea kemana?? Uda pulang juga?”
Nggak tahu. Aku nggak bareng dia tadi. Telfon aja coba.
“emh, ya sudah deh. Bye.”
Bye. Eh tapi ntar kalo mau kemana aku dikabarin lho ya.
“Iya pasti. Ya udah ya.”
            Nia langsung memberitahu ke teman-temannya kalo Ghea sudah pulang.
“Yah, emangnya Ghea sekurus apaan sih. Kok kita bisa nggak kelihatan dia lewat??” Kata Alan.
“hh-, ya udah lah ,, kita pulang aja yuk. Makin panas nih.” Kata Nia sambil menggeret tangan Jia.
“Iya Iya Iya … hei A.D.K kalian nggak mau pulang??” Kata Jia sedikit berteriak.
“Ya elaahhh… Kita denger kali non, nggak usah teriak-teriak gitu.Nih kita juga mau cabut.” Kata Key.
“Hei Kalian!!!! Tunggu!!!!” Sebuah suara memanggil mereka dari belakang dan membuat langkah mereka berhenti. Mereka kenal suara itu. Setelah mereka menengok ke belakang.
            Ternyata yang memanggil tadi adalah Dhea. Nggak salah kalo mereka kenal suara tadi.  Dhea baru keluar dari gedung sekolah.
“Dhea??” kata Devan.
Waeyo?? Kenapa pada heran sih?? Ada yang aneh dengan aku??” Ungkap Dhea penasaran melihat raut muka temannya yang sangat aneh.
“Dari mana aja kau??” Tanya Alan.
“Perpustakaan??” Jawab Devan yang melihat Dhea membawa beberapa buku dari perpustakaan.
“Ne, Aku baru ingat kalo mamaku menyuruhku membawa beberapa buku dari perpustakaan. Walaupun terserah buku apa, yang penting bawa buku.” Kata Dheaa menjelaskan pada tema-temannya sambil melangkahkan kaki untuk pulang.
“Kok tumben? Mungkin mamamu pengen kamu punya hobi baca. Xixixi,” Kata Jia sok tahu.
“Iya kali ya. Bisa jadi. Yyaaahhh ,, ah, jangan pikirkan ini!!” Kata dhea.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar